popofmystory

Story About Single Life, Relationship & Marriage

Cara Menjadi Lajang Berkualitas

cara menjadi lajang berkualitas


Menjadi lajang bukanlah hal yang menyedihkan, seperti yang orang bayangkan selama ini. Perempuan single seringkali dianggap menyedihkan karena kesepian. Padahal, kesepian itu bukan sesuatu yang bias gender dan status. Bahkan, orang yang sudah menikah pun kerap kali merasakan kesepian.

Tidak punya pasangan bukan berarti hidupmu tidak bahagia. Menjadi lajang malah membuka luas kesempatan buat kamu untuk mengeksplor banyak hal tanpa takut pasanganmu protes ataupun terluka atas pencapaianmu.

Supaya tidak terlihat menyedihkan di depan orang lain, sudah saatnya kamu meningkatkan value yang kamu miliki sehingga kamu tetap menjadi single yang slay, dan berkualitas. Sehingga saat waktu penantianmu berakhir, kamu bisa menjalaninya dengan baik.

Cara Menjadi Lajang Berkualitas


Lebih Dekat Dengan Tuhan


Belum dapat jodoh bukan berarti desperate, itulah kenapa kita perlu lebih dekat dengan Tuhan. Dengan lebih banyak beribadah kamu akan diberikan banyak ketenangan dalam hidup, sehingga kamu memandang masa lajang sebagai hal yang positif bukan hanya meratapi nasib.

Perluas Wawasan Dengan Belajar


Mumpung belum ada pasangan dan anak yang harus diurus, mari kita perluas wawasan kita dengan banyak belajar sebagai bekal untuk pernikahan nanti. Belajar ilmu parenting, pengembangan diri, belajar lebih dalam soal agama atau apapun itu.

Cari ilmu sebanyak-banyaknya selagi kamu punya banyak waktu luang.


Menjaga Penampilan


Jangan malas untuk menjaga penampilan. Mulai kurangi rebahan, atur jadwal untuk melakukan olahraga rutin. Jika malas olahraga sendiri, kamu bisa daftar kelas olahraga yang sedang trend, seperti Yoga, poundfit.

Atur pola makan, pilih makanan yang sehat dengan gizi yang seimbang sehingga asupan vitamin, protein, lemak harian terpenuhi.

Mulailah mengubah potongan rambut, mengganti gaya berpakaian. Jangan lupa untuk memperhatikan kebersihan tubuh supaya nggak bau apek. Jaga kelembaban kulit dengan minum air putih, dan tidak lupa memakai perawatan harian tubuh dan wajah yang teratur.

Mengasah Skill Baru


Jangan takut untuk memulai hal-hal baru, seperti mengikuti kursus keterampilan yang menunjang supaya kamu memiliki nilai lebih. Bisa juga dengan belajar bahasa baru. Pokoknya mumpung masih sendirian, asah skill-skil baru sehingga kamu nggak punya waktu untuk meratapi kesedihan.

Di luar sana banyak kursus-kursus gratis yang siap untuk kamu ikuti yang bisa membuat semakin kece.

Bangun Networking


Gabung dengan komunitas-komunitas yang memperluas jaringan pertemanan. Dengan begitu kamu akan bertemu dengan orang-orang baru yang akan mewarnai dan tentu saja memberikan wawasan baru.

Jangan malu untuk membuka diri dan membuka kemungkinan pertemanan yang baru. Biar kelompok pertemanan yang kamu miliki bukan yang itu-itu aja.

Siapa tahu kamu ketemu jodoh, di sana.

Raih Mimpi yang Belum Tercapai


Punya mimpi yang belum terwujud? Yuk, saatnya kamu memulai untuk mewujudkan mimpi yang belum tercapai. Mumpung belum punya tanggungan, daripada nanti ketika sudah menikah malah sibuk mengurus rumah.

Mau S2 hayuk. Mau jalan-jalan sendiri keliling dunia, boleh saja. Nikmati saja masa lajang mengejar apa yang kamu ingin capai.

Nah, buat kamu yang single. Tidak punya pasangan bukan berarti menjadi halangan kamu untuk maju. Nikmati masa lajang untuk memantaskan diri, sehingga ketika masa penantianmu berakhir. Kamu sudah siap untuk menjalaninya.


Baca juga:

Komentar

  1. Setuju sih, kalau lajang itu nggak selalu menyedihkan. Sebetulnya yang bisa menilai itu diri mereka sendiri, soalnya ada juga yang lajang lalu menunjukkan seolah-olah ngenes banget jadi lajang. Meanwhile, banyak juga kok yang memperlihatkan kalau jadi lajang itu tetep happy, bisa terus berkarir, berkarya dan meningkatkan value diri. Jadi memang kualitas diri itu ya bukan ditentukan oleh omongan orang lain ya, tapi yang menjalankannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget mbak, nggak semua lajang itu mengenaskan bahkan banyak yang keren-keren

      Hapus
  2. Sebagian orang memang menganggap status lajang bagi perempuan itu nggak bagus. Apalagi bagi yang sudah dianggap cukup usia untuk berkeluarga. Terlebih saat tinggal di desa.

    Padahal, memang benar. Kita tuh bisa kok menjadi lajang yang berkualitas sambil menunggu datangnya jodoh terbaik dari Tuhan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. di desa lebih tinggi presurenya bikin sakit kepala ya

      Hapus
  3. Saya setuju dengan salah satu kutipan di paragraf awal, bahwa wanita lajang ga selalu harus diidentikkan dengan kesepian. karena faktanya perempuan yg sudah menikah juga tak terlepas dari rasa kesepian hehe.

    Yang pasti sebaiknya setiap wanita memanfaatkan masa lajangnya untuk mengupgrade diri dan tidak banyak membandingkan diri sendiri dengan orang lain karena setiap perempuan punya timeline masing2.

    BalasHapus
  4. Iya bener banget, padahal mah walau pun lajang menjadi keharusan untuk terus mengasah skill baru, upgrade diri, dan rutin merawat tubuh juga, buat kebahagiaan diri sendiri

    Tidak perlu khawatir ya seharusnya tuh karena setiap orang punya trek waktunya masing² utk mendapatkan sesuatu

    BalasHapus
  5. Lajang happy.
    So whaatt??

    Aku seneng banget kalau melihat dari sisi positifnya bahwa sahabat lajang masih memiliki waktu untuk melakukan banyak hal dan memberikan jiwanya sebuah kebebasan untuk mencari yang ia senangi serta pencapaian-pencapaian personal lainnya.
    Semoga dengan waktu yang sama, kita sama-sama bisa menjadi sosok yang positive untuk lingkungan.

    BalasHapus
  6. Moly banget ini. Maunya lanjut s2 tapi gak ada biayanya. Jadi putar haluan dgn kursus bahasa korea guna menunjang jadi K-content creator. Temen2 malah ada yg pusing pingin nikah tapi pasangan bel9m punya. Mending ya cintai diri sendiri dulu.

    BalasHapus
  7. Nah, tulisan ini bagus banget untuk di share ke teman-temanku yang masih suka nyinyirin orang lajang nih. Padahal yang diomongin juga happy aja dengan keadaannya ya. Lajang kan berarti masih dikasih kesempatan untuk terus berkarya tanpa ada gangguan dari pasangan atay anak misalnya. hehe. Tipsnya bermanfaat banget nih mbak.

    BalasHapus
  8. jadi ingat jaman belum nikah dulu dan galau banget karena usia sudah kepala 3 sampai kepikiran apa jangan-jangan aku nggak ada jodohnya. tapi kalau dipikir aku selama nunggu jodoh kurang memaksimalkan diri padahal itu adalah saat yang tepat buat mengexplore banyak hal

    BalasHapus

Posting Komentar