
Jangan jadi Pasangan yang Menyebalkan
Banyak orang mendambakan memiliki seorang pasangan yang ideal, tapi lupa bertanya pada dirinya sendiri, “Apakah aku pantas menjadi pasangan yang ideal nantinya?”
Terkadang sebagai manusia kita punya daftar banyak kriteria calon pasangan impian seperti: dewasa, bertanggung jawab, komunikatif dan lain-lain. Namun, kita lupa untuk mengembalikan ke diri sendiri apakah kita sudah melakukan hal yang sama?
Jangan-jangan selama ini kita jadi pasangan yang juga bikin lelah orang lain yang berada di samping kita. Bukan berarti jahat, hanya saja menjadi manusia kita sering kali tidak menyadarinya.
Kira-kira hal apa saja sikap menyebalkan yang harus kita hindari ketika berpasangan. Jangan sampai membuat hubungan terasa berat untuk dijalani.
Alih-Alih Ngobrol Bersama Malah Silent Treatment
Bukannya mengkomunikasikan dengan jelas apa yang diinginkan, kamu malah memilih diam, tidak memberikan respon sama sekali alias menarik diri. Tujuannya biar pasangan mengerti kalau kamu nggak suka sikapnya, pengin dibujuk terlebih dahulu.
Emosi saat konflik itu adalah hal wajar, saat kamu kewalahan dengan meningkatnya respon tubuh saat marah, ada baiknya kamu minta jeda beberapa saat dari pasangan. Jeda ini tujuannya untuk menurunkan emosi dan bukan menghukum pasangan.
Saat kamu sudah siap untuk berkomunikasi, kamu bisa memberitahukan pada pasangan bahwa kamu siap untuk duduk bersama dan membahasnya.
Silent treatment memiliki efek psikologis yang tidak baik karena pasanganmu menjadi merasa bersalah dan pada akhir dia selalu menjadi pihak yang menjadi korban karena egomu yang tersentil.
Menggantungkan Semua Kebahagiaan Pada Pasangan
Memiliki pasangan memang menyenangkan, tapi bukan berarti dia jadi pusat dunia dan kebahagiaanmu. Mood dan kebahagiaanmu bergantung dari chat dari dia.Padahal kalian adalah dua individu yang juga butuh bertumbuh. Relasi yang sehat memberikan ruang kepada pasangan untuk menjalani hidupnya sendiri. Pasanganmu tetap boleh memiliki mimpi dan cita-cita sebagai individu yang utuh, begitu juga kamu.
Tugasmu sebagai pasangan adalah memberikan dukungan dan tentu saja kamu juga ikutan bertumbuh.
Pasanganmu Bukan Cenayang yang Tahu Semua Isi Kepalamu
Mentang-mentang dia pasanganmu, bukan berarti dia bisa tahu isi kepala dan kemauanmu karena dia bukan dukun. Kamu tetap perlu ngomong dan berkomunikasi untuk memberi tahu dia apa itu kebutuhan dan kesalahan yang mungkin dia tidak sadari.Hubungan yang sehat itu tidak main kode-kodean, cukup komunikasikan dengan jelas hal-hal yang membuat kamu nggak nyaman atau ingin dari pasangan. Bukan berharap dia bisa membaca isi hatimu, yang ada kamu hanya frustasi.
Tidak Menjadikan Pasangan Sebagai Bahan Candaan
Meskipun status dia pasangan kamu, bukan berarti kamu boleh menjadikan dia sebagai bahan candaan. Misalnya dia pendek, kurus atau bahkan gendut.
Pasangan kamu juga butuh dihargai dan dijaga harga dirinya karena bagaimanapun dia adalah orang yang pada akhirnya kamu pilih dan dia menerimamu dengan segala kekuranganmu.
Kalau kamu dihargai, jangan lupa untuk melakukan hal yang sama.
Posesif dan Selalu ingin Bersama Pasangan 24/7
Pasangan kamu itu juga individu yang butuh ruang untuk bekerja, melakukan hobinya atau memiliki waktu luang sendiri.
Terlalu menempel pada pasangan akan membuatnya kehilangan napas dan pada akhirnya akan kelelahan. Meminta kabar adalah hal wajar, tapi bukan berarti harus tahu keberadaannya di mana 24/7. Kamu juga harus belajar meletakan kepercayaan buat dia.
Pasangan yang baik itu memiliki self control, di mana dia belajar menghargai dirinya dan pasangannya ketika tidak bersamanya saat ini.
Menurut kalian, hal apa saja yang paling menyebalkan yang pernah kamu lakukan sebagai pasangan?
Komentar
Posting Komentar