Capek Ditanya ‘Kapan Nikah?’ Ini Jawabanku Sekarang.
Sebagai seorang lajang di usia 40-an. Rasanya sudah nggak kebayang berapa kali pertanyaan “Kapan nikah?” itu saya dengar dari orang lain.
Ribuan? Ratusan? Atau bahkan Puluhan Ribu?
Aku tahu beberapa orang memang beneran peduli kenapa sampai sekarang saya belum menikah. Sisanya mungkin penasaran, kenapa di usia menginjak 41 ini juga belum nikah-nikah.
Dulu, mungkin ketika usia saya sekitar 25 tahun sampai menjelang 30 tahun. Pertanyaan kapan nikah itu terdengar mengganggu di telinga. Rasanya eneg aja, ditanya pertanyaan-pertanyaan ya itu-itu saja.
Mungkin, di waktu itu aku lagi fase ‘desperate soal jodoh’ yang nyatanya sudah dicari ke sana kemari nggak ketemu juga. Entah sudah berapa aplikasi yang saya unduh untuk menemukan tambatan hati. Nyatanya hingga saat ini belum ketemu juga.
Jadi, saya sampai saat ini belum menemukan jawabannya.
Ya sudahlah.
Semakin ke sini, saya sudah terlalu lelah menanggapi pertanyaan-pertanyaan itu, So, kalau ada yang nanya ke saya ‘kapan nikah?’ ini dia jawaban yang bakal saya berikan kepada mereka.
“Belum Ada yang Bisa Meyakinkan Diri Saya Bahwa Saya Harus Menjadi Istrinya.”
Dari sekian pria yang saya kenal, sampai saat ini saya belum menemukan lelaki yang membuat saya percaya untuk dinikahi.
Saya paham tidak ada manusia yang sempurna, tapi paling tidak saya akan menemukan pria yang mau duduk bersama dan membahas masalah yang dihadapi hingga menemukan titik tengah.
“Jodoh Saya Sedang Belajar Menjadi Suami yang Baik, Jadi Saya Juga Harus Belajar Untuk Menjadi Calon Istri.”
Saya rasa ini adalah jawaban yang menarik karena saya percaya sih ketika kita memantaskan diri dan belajar menjadi lebih baik, Allah akan memberikan jodoh yang juga sedang memperbaiki diri. Jadi, datangnya agak telat.
“Saya Pesan Jodoh Ke Allah yang Limited Edition, Jadi Jodohnya Datang Agak Lamaan.”
Setiap perempuan pasti punya standar atas jodohnya, nggak mau yang biasa-biasa saja dan dari ceramah yang pernah saya dengar kenapa seseorang itu jodohnya ada yang terlambat karena memang dia meminta kepada Allah yang nggak main-main juga. Mangkanya Allah juga sedang mempersiapkan jodoh yang seperti doanya.
“Jodoh Saya Sedang Belajar Bahasa Indonesia.”
Saya tahu ini kedengarannya konyol. Sejak kecil nggak tahu kenapa, saya membayangkan jodoh saya itu warga negara asing. Itu seperti impian di masa kecil yang sampai sekarang saya masih percaya.
Jadi, saya sering bilang ke orang-orang kalau jodoh saya sekarang sedang belajar bahasa Indonesia karena dia berasal dari luar Indonesia.
Nah, itu dia jawaban-jawaban yang akan saya berikan ketika ada orang yang mempertanyakan kenapa jodoh saya belum juga datang?
Sekali lagi buat saya urusan jodoh itu adalah ranah Allah. Sebagai manusia tugas saya adalah berdoa dan memantaskan diri. Kapan datangnya, itu sudah jadi rahasia Allah.

Komentar
Posting Komentar