popofmystory

Story About Single Life, Relationship & Marriage

Dear My Future Husband: Kalau Nanti Kita Bertengkar, Aku Harap Kita

dear my future husband



Dear my Future Husband,


Hallo calon suamiku, sebelum kita bertemu nanti ada beberapa hal yang ingin aku beritahukan kepadamu soal bagaimana nanti menangani konflik dalam rumah tangga kita kelak nanti.

Kalau nanti kita bertengkar, aku harap kita tidak saling melukai dengan kata-kata karena perkataan yang keluar dari orang yang sedang emosi itu lebih tajam dari pisau yang bisa melukai sampai ke dalam.

Kalau nanti kita bertengkar, aku harap kita masih saling memanggil dengan kata sayang, dengan begitu aku dan kamu masih punya kesadaran bahwa masih ada cinta di antara kita.

Kalau nanti kita bertengkar, aku harap kita bisa saling memberikan waktu untuk saling menenangkan diri, emosi yang meledak-ledak di antara kita hanya akan memperkeruh suasana sehingga terkadang kita butuh waktu sejenak untuk saling mendinginkan kepala, lalu bisa duduk kembali membahas semuanya dengan emosi yang lebih tenang.

Kalau nanti kita bertengkar, aku harap kita tidak menggunakan silent treatment sebagai cara menghukum pasangan, karena buatku diabaikan itu lebih menyakitkan seakan-akan kamu sedang berbicara dengan tembok. Aku lebih suka kita berargumen tapi dengan satu tujuan untuk saling membahas masalah bukan untuk saling menyerah.

Kalau nanti kita bertengkar, aku harap kita masih tidur satu ranjang, aku masih ingin saling berpelukan di tempat tidur meski mungkin dada kita masih dipenuhi amarah.

Kalau nanti kita bertengkar, aku harap kita tidak saling mengancam untuk pergi ketika ada masalah, aku tahu saat emosi sedang memuncak ada kalanya salah satu pihak ingin berpisah. Aku harap perpisahan adalah opsi terakhir ketika semua cara mediasi, konseling dan rasa sakit itu sudah tidak bisa kita tahan untuk bersama.

Dear calon suamiku, pada akhirnya aku mencari pasangan yang bisa diajak untuk duduk bersama saat ada masalah dan saling mengatakan ‘ayo kita perbaiki ini sama-sama.” Tidak ada salah satu pihak yang harus merasa selalu menang dalam pertengkaran.


Love,


Tikha


Baca juga:

Komentar